Sabtu, 14 Juni 2014

From Martapura to Singapura # part 2 #

Sesampainya di bandara Djuanda untuk transit, doi turun dari pesawat trus kebingungan mencari tempat keberangkatan luar negeri, trus doi punya ide brilian bertanya ke bagian informasi “ni penulis pinter apa gak sih, klo gak tau ya mesti nanya lah, pake bilang ketemu ide brilian segala” akhirnya doi ketemu tempat keberangkatan luar negeri, antrian sangat mengular dan membawa koper segede-gede gaban, oh ternyata doi ketemu sama jemaah umroh lagi di surabaya but yang membuat doi bingung kayaknya yang berangkat umroh di surabaya kebanyakan dari keluarga kadir dan bu bariah dah he he he

Djuanda Air Port 
Disaat doi antri tiba-tiba nyelonong beberapa orang dengan membawa seabrek-abrek barang bawaan trus langsung boarding, sehingga membuat doi yang lama ngantri jadi emosi di lanjutin juga dengan omelan tante-tante chinese yang beraksen jawa sangat kental juga ikut ngomong bernada protes ke petugas agar dia melayani orang yang antri terlebih dahulu “writter lagi emosi jadi gak ide yang lucu he he he” setelah selesai boarding pass doi ngantri lagi minta cap dari imigresen “untung orang imigresennya baik jadi doi gak di tanya macam-macam “doi sempat khwatir juga sih klo nanti diduga TKI he he he” mungkin maksud dari imigresen baik supaya doi gak dicambuk atau disetrika klo datang ke negeri orang he he he “ emang doi baju apa? pake disetrika segala” dilanjutkan dengan melakukan declare barang bawaan, di sini doi tidak mengalami halangan karena telah mengikuti nasehat  dari uncle Maggi Z, “baju satu kering di badan he he he”  doi memperhatikan seorang chinese yang sangat cantik dan memohon-mohon untuk bisa membawa alat cosmetiknya but tetap saja tidak boleh sama petugas bandara, “doi mikir orang cantik aja merayu-rayu gak mempan gimana doi mau bawa barang terlarang he he he bisa-bisa langsung di sate sama petugas bandara”

Diatas pesawat doi ketemu king of gambler from surabaya but orangnya baik dan ramah ketika di ajak ngobrol orangnya welcome he he he jauh dari bayangan doi, klo gembler itu segarang Chow yun fat he he he, sang gembler juga menyaran kan hotel buat doi but maaf doi gak bisa nyebutin nama hotelnya karena hotel tersebut ada casinonya he he he “agar para reader gak ikut pengaruh negatif gambler”
(Writter mo istirahat dulu ya, nanti sambung nulisnya)
(eit jangan lupa koment ya, ditunggu lho, jangan gak ya.... "maksa.com")

Jumat, 13 Juni 2014

From Martapura to Singapura # part 1 #

Pasar tempat pendekar nyari penghasilan (Pasar Astambul)

Pada suatu hari di desa yang biasa-biasa saja, hidup lah seorang laki-laki yang biasa-biasa  saja, walaupun serba biasa-biasa dia mempunyai cita-cita yang luar yaitu melanglang ke berbagai negeri he he he  “ini penulis oon juga ya, bilang aja mo travelling gitu”
Dengan bermodalkan nekat dan baju satu kering di badan “kayak lagunya meggi  Z. ya he he he” dengan niat yang tulus disertai dengan kesabaran dan mudah-mudahan di diridhoi oleh yang maha kuasa dia turun gunung untuk menumpas kesewenang-wenangan di muka bumi yang dilakukan oleh para pendekar yang berwatak jahat  “kayak pendekar jaman dulu aja”
Tempat pendekar menunaikan ibadah (Mesjid Martapura)


Maka sampailah pada waktu yang di rencanakan dengan diiringi derai air mata dia dilepas oleh binatang piaraannya “he he he namanya juga jomblo walaupun pesawatnya nyungsep di selat malaka juga gak ada yang nangis, tragis emang nasib pendekar jomblo” dengan perasaan yang tidak menentu dia meninggalkan martapura negeri yang telah membesarkan dia, dengan diiringi hujan yang sangat lebat akhirnya dia tiba juga di bandara syamsudin noor “busyet ni bandara kayak pasar ikan bejubel orangnya” tapi dia memperhatikan banyak orang yang menangis dan terisak-isak “eit jangan geer dulu, ntu yang nangis para pengantar jamaah umroh, bukan nangisin pendekar jomblo he he he” sebelum masuk untuk boarding pass sang pendekar ikut antrian yang mengular di bandara  “pendekar nya taat aturan juga ya” sampailah giliran sang pendekar boarding pass, sang petugas bandara matanya terbelalak seolah tak percaya melihat penampilan sang pendekar yang mau kesingapura, mau kesingapur ya pak ? (dengan nada yang masih ragu) Ya, jawab sang pendekar  “sang pendekar menggerutu di dalam hati, emang salah kalo orang kampung kesingapur? ” akhirnya sang pendekar berangkat juga naik pesawat dengan hati senang dan riang.
(ok sampai sini aja dulu ya, ntar di sambung lagi)
(jangan lupa coment ya)

Fitnah Coupler


Di hari yang  indah ini saya mulai menulis lagi di blog ini, kenapa saya menulis pada hari ini karena menurut para ulama hari ini yaitu Nisfu Syakban dimana rekapitulasi akhir dari catatan kebaikan dan keburukan kita selama satu tahun dan akan dibawa oleh malaikat ke langit untuk dilaporkan kepada tuhan dan serta dijadikan data base di langit sana dan semoga tulisan saya ini dapat menjadi referensi bagi penduduk langit dan bumi “ngarep.com”
Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang fitnah yang ada d muka bumi ini yaitu “Fitnah Couple”  mungkin jenis fitnah ini belum pernah di bahas secara mendetail oleh para agamawan maupun cendekiawan dan saya mencoba untuk melakukan pembahasan secara general dan mendetail he he he he “sok paling pintar”
Sebagi penganut ajaran gusdurianisme saya juga seorang pluralis dan pembela hak asasi para minoritas, case ini terjadi karena gencarnya para penganut  faham coupleisme yang menyerang kaum minoritas jomblower secara membabi buta diantaranya :
1.        Membuat opini klo coupler  lebih di cintai tuhan
Tidak kurang grand master yang di produksi oleh “universitas Islam Indonesia” yang mampu “menghalalkan yang haram” melakukan serangan dengan menggunakan dalil hadist  “barang siapa yg tidak mengikuti sunnahku maka bukan dari golonganku  “  mana bisa dalil yg bersifat umum dan sangat elastis ini digunakan untuk menyerang jomblower dan meneguhkan eksistensi para coupleisme, padahal ada hadis yang menyatakan bahwa “ diantara orang yang mendapat naungan dari allah di hari kiamat adalah pemuda yang di rayu perempuan cantik dan dia mengatakan sesungguhnya aku takut kepada allah” jelas termaktub klo orang yang di lindungi allah adalah jomblewer bukan coupler “cam kan itu” hi hi hi
2.     Coupler merasa paling bahagia dan jomblower tidak
Menurut gw faham ini sesat dan menyesatkan, kebahagian para caupler semu,  dan ini dibuktikan dengan terjadinya fenomena putus nyambung, kawin cerai, gagal Move on oleh para coupler, sedangkan para jomblower sejati tidak pernah mengalami ini dan menurut lho siapa yg lebih bahagia?
Goodfather of jemblower tanah borneo pernah berkata ketika seorang coupler mengatakan bahwa jomblower tidak bahagia maka itu hanyalah sebuah modus dari coupler untuk menutupi ketidakbahagiannya sendiri “betul gak?”
3.      Jomblower penghianat kemanusiaan
Terlalu sadis petikan di atas “but that the real” para coupler mendramatisir ini agar community of jomblower berkurang dan mereka diyakini akan membuat poros baru untuk membuat revolusi tata aturan hubungan kemanusian dan sayangnya eksistensi para coupler di dukung oleh negara untuk mengurangi jumlah jomblower
Padahal semua coupler tahu klo yang paling suka berkhianat adalah para coupler sendiri dengan cara selingkuh, WIL, PIL, TTM dll, coba lho tanya hati lho yg paling dalam pernah gak jomblower melakukan ini? Trus siapa yg menjadi penghianat kemanusiaan? Jomblower? “fikirkan baik-baik”
4.      Jomblower tidak pantas memimpin
Case ini sering di politisir dengan mengatakan bahwa seorang jomblower tidak sempurna dan bergeser ke ranah politik klo pemimpin jomblo itu tidak akan sukses padahal Vladimir Putin jomblower yang sukses memimpin rusia dan black campaing ini sering dilakukan oleh pemimpin indonesia  untuk menjatuhkan calon pemimpin yg jomblo he he he “udah lah terlalu masuk jauh ke ranah politik he he he ”
(Artikel ini for fun only harap jangan tersinggung)

(Jangan lupa Coment ya!)

Rabu, 18 April 2012

Bersama Lion Air

       
           Pagi yang cerah di Bandara Supadio Pontianak Terdengar suara panggilan dari petugas bandara bahwa penumpang pesawat Lion Air dengan tujuan Jakarta dipersilahkan naik pesawat, maka berbondong-bodonglah orang yang minta disobek tiketnya tapi kalau dilihat cuma aku sendiri yang kelihatan kumal dan belum mandi, maklum orang udik yang mau lihat Jakarta
           Setelaha memasuki pesawat Lion Air aku mendapatkan kursi yang berada di dekat kaca dan membuat aku senang dapat melihat keluar, aku duduk dekat orang yang kelihatannya sudah bapak-bapak dari etnis cina karena memang kebanyakan pengusaha di Pontianak adalah orang-orang dari etnis cina, untung sekarang bukan musim Ceng Beng, Cap Gomeh ataupun Imlek, kalau kita mau ke Pontianak pada hari yang berdekatan dengan tanggal itu jangan harap mendapatkan harga tiket yang murah, yah kalau kita traveller kere bisa gempor kantong kecuali keluarga lho pemilik maskapai he he he

Senin, 16 April 2012

Alat Menyimpan Padi

                                          Tahukah kalian gambar apa di atas ?

                                         Wanita yang sedang membuat tempat untuk membawa padi.

Ini adalah tempat untuk membawa dan menyimpan padi milik Dayak Taman Sibau, hanya orang-orang yang mempunyai kekuatan besar yang mampu membawa padi dengan alat ini, mungkin sudah jarang kita melihat orang yang membawa alat ini apalagi di daerah yang sudah mengenal alat yang lebih di anggap baik dan tidak mau repot dan capek, alat ini biasanya digunakan pada saat mengambil padi dan menyimpannya di dalam lumbung, menurut orang yang memiliki alat ini mengatakan bahwa biasanya tempat padi ini dibuat dari tanaman rotan atau dari tanaman bemban dan biasanya bisa mencapai lima tahun masa pakai, menurut para ibu yang menganyam alat ini paling tidak memerlukan 2 minggu waktu yang digunakan membuat alat ini dari pencarian bahan baku sampai selesai dan bisa digunakan

Minggu, 15 April 2012

Sungai Sedik


             Pernahkah kalian mengunjungi kapuas hulu yang daerah yang paling jauh kabupaten yang paling jauh dari ibukota provinsi Kalimantan Barat yaitu Pontianak, hal ini lah yang menjadikan daerah ini memilliki banyak budaya yang masih orisinil yaitu kehidupan masyarakat dusun yang kebanyakan mendiami rumah Betang  sehingga interaksi sosial yang unik dapat diperhatikan disini dan dalam menjalani kehidupan yang serasi dengan alam dan sudah sepantasnya kita menggali kearifan lokal dalam menjaga lingkungan
             Sungai  Sedik nama sebuah dusun yang berada di desa Sungai Abau kecamatan Batang Lupar yang di diami oleh suku dayak Iban, masyarakat di dusun ini telah mampu menjadi masyarakat mandiri dalam memenuhi kebutuhan yang sangat mendasar yaitu air dan energi kemandirian ini lah yang membuat yang menjadikan desa ini menjadi tidak bergantung dengan perusahaan negara dalam mencukupi kebutuhan air bersih dan energi berupa listrik dari PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) yang di dapat dari air terjun yang berada dibelakang rumah yang cukup menarik untuk dijadikan tempat wisata dan hanya berjarak 300 meter dari jalan lintas utara yaitu jalan utama  yang menghubungkan Lubuk Antu (Malaysia) dan Putussibau (Indonesia)

Jumat, 13 April 2012

Rumah Panjang

           Pernahkah kalian jalan-jalan ke pedalaman kalimantan, salah satu hal yang unik adalah tempat tinggal warga dayak di rumah panjang, kalau kalian mau membayangkan mungkin seperti rumah kos-kos lah waktu kita sekolah atau kuliah tapi rumah ini tidak bertingkat walaupun tinggi tiang rumahnya ada yang mencapai  sembilan  meter, kalau kalian ada waktu cobalah jalan-jalan ke Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat disini kalian akan banyak menemui rumah panjang yang sangat jarang kalian temukan di daerah lain dan foto ini salah satu rumah panjang yang berada di dusun Kelawik Kecamatan Batang Lupar