Selasa, 17 Juni 2014

From Martapura to Singapura # part 4 #

Setelah keluar dari pengecapan imegresen gw baru ingat klo gw gak bawan SGD but cuman bawa USD nah akhirnya gw liat perempuan cantik senyum-senyum he he he trus gw balas dah senyumnya he he he “Gatel juga gwnya he he he” but jangan curigaan dulu ma gw, yang senyum itu seorang cashier money Changer, trus gw tukarin lah USD gw ke SGD biar bisa shoping-shoping dan ongkos angkot he he he “oh iya d sini gak ada angkot ding he he he dasar udik emang”

Duit SGD for Shoping-shoping dan Cuti-cuti

Nah setelah dompet gw terisi dengan SGD, gw mo cari tourist pasport biar klo udah turun dari MRT gak di tagih lagi sama kenek  MRT ongkosnya “writter aneh mana ada MRT pake kenek, kebiasaan di kampung mah jangan di bawa ke negeri orang lah” trus gw mencari informasi tempat beli tourist pasport, nanya lah gw sama bagian informasi but karena bahasa ni pemberi informasi gak nyambung, malahan gw tambah bingung “oh ya biar gw kasih tau neh, klo bagian informasinya ini di isi sama orang dari suku (nehi-nehi dendi he he he)”  makanya gw ma dia gak nyambung, beda suku sih “si nehi-nehi dendi pake bahasa urdu dan gw pake bahasa banjar, jelas aja gak nyambung, dasar penulis koplok” akhirnya dengan susah payah gw paham juga dengan penjelasan si nehi-nehi dendi walaupun menggunakan bahasa inggris yang belepotan dan di campur bahasa Pongo pigmeus

Card for keliling-keliling Singapore with MRT, LRT, Bus


Pas gw nyampe di loket penjualan Tourist pasport wuih antri berbagai bentuk manusia, chinese, pinoy, thai, melayu n nehi-nehi dendi plus gw species yang hampir punah he he he, akhirnya dapat juga gw tourist pasport dengan perjuangan yang tidak gampang he he he “kaya pejuang 45 aja, gak ada pengorbanan juga di bilang perjuangan” sekarang gw tinggal nunggu kereta MRT datang dah, sambil liat-liat berbagai macam bentuk manusia yang hilir mudik “kayak perahu aja”

Don't forget your comment, thank's

Sabtu, 14 Juni 2014

From Martapura to Singapura # part 3 #

Welcome to Singapura, akhirnya gw sampe juga di Changi International Airport yang enam kali berturut-turut memenangi kompetisi air port terbaik sedunia “ lo bayangin aja, nih singapur menang terus gimana keren dan mewahnya nih bandara” jangan bandingin changi dengan bandara di tanah air he he he “jauh kayak dunia dan akhirat” oh ya, klo ke singapura jangan lupa ngisi form kedatangan yang telah disediakan di bandara atau biasanya di kasih sama pramugari ketika berada di atas pesawat, klo gw sih formnya dikasih sama king of gambler from Surabaya he he he malahan gw udah isi di atas pesawat, biar nanti di imigresen singapura gak repot lagi

Welcome to Bandara Changi


Sesampainya di pemeriksaan imigresen ngantri lagi lah gw tapi gak terlalu mengular kayak di dalam negeri sih, nah sampai dah giliran gw yang mo minta cap dari nih petugas, eh ternyata ni petugas bisa bahasa indo jadi nyantai lah gw nya, gak tegang lagi, pas gw perhatiin di dadanya tertulis nama “Ahmad” wuahahaha klo di kampung gw pasti di panggil “simamat” akhirnya nempel juga cap dari negara Singapura di paspor gw, alangkah girangnya gw kayak dapat undian Mercy  hadiah dari bank mandiri “lebay juga nih writter” ok thank’s  Mr.  Ahmad nice to meet you, see you next time akhirnya lolos lah gw dari lubang jarum imigresen  singapura

Cap dari imigresen Indonesia dan Singapura

Please comment on my blog, don't forget!


From Martapura to Singapura # part 2 #

Sesampainya di bandara Djuanda untuk transit, doi turun dari pesawat trus kebingungan mencari tempat keberangkatan luar negeri, trus doi punya ide brilian bertanya ke bagian informasi “ni penulis pinter apa gak sih, klo gak tau ya mesti nanya lah, pake bilang ketemu ide brilian segala” akhirnya doi ketemu tempat keberangkatan luar negeri, antrian sangat mengular dan membawa koper segede-gede gaban, oh ternyata doi ketemu sama jemaah umroh lagi di surabaya but yang membuat doi bingung kayaknya yang berangkat umroh di surabaya kebanyakan dari keluarga kadir dan bu bariah dah he he he

Djuanda Air Port 
Disaat doi antri tiba-tiba nyelonong beberapa orang dengan membawa seabrek-abrek barang bawaan trus langsung boarding, sehingga membuat doi yang lama ngantri jadi emosi di lanjutin juga dengan omelan tante-tante chinese yang beraksen jawa sangat kental juga ikut ngomong bernada protes ke petugas agar dia melayani orang yang antri terlebih dahulu “writter lagi emosi jadi gak ide yang lucu he he he” setelah selesai boarding pass doi ngantri lagi minta cap dari imigresen “untung orang imigresennya baik jadi doi gak di tanya macam-macam “doi sempat khwatir juga sih klo nanti diduga TKI he he he” mungkin maksud dari imigresen baik supaya doi gak dicambuk atau disetrika klo datang ke negeri orang he he he “ emang doi baju apa? pake disetrika segala” dilanjutkan dengan melakukan declare barang bawaan, di sini doi tidak mengalami halangan karena telah mengikuti nasehat  dari uncle Maggi Z, “baju satu kering di badan he he he”  doi memperhatikan seorang chinese yang sangat cantik dan memohon-mohon untuk bisa membawa alat cosmetiknya but tetap saja tidak boleh sama petugas bandara, “doi mikir orang cantik aja merayu-rayu gak mempan gimana doi mau bawa barang terlarang he he he bisa-bisa langsung di sate sama petugas bandara”

Diatas pesawat doi ketemu king of gambler from surabaya but orangnya baik dan ramah ketika di ajak ngobrol orangnya welcome he he he jauh dari bayangan doi, klo gembler itu segarang Chow yun fat he he he, sang gembler juga menyaran kan hotel buat doi but maaf doi gak bisa nyebutin nama hotelnya karena hotel tersebut ada casinonya he he he “agar para reader gak ikut pengaruh negatif gambler”
(Writter mo istirahat dulu ya, nanti sambung nulisnya)
(eit jangan lupa koment ya, ditunggu lho, jangan gak ya.... "maksa.com")

Jumat, 13 Juni 2014

From Martapura to Singapura # part 1 #

Pasar tempat pendekar nyari penghasilan (Pasar Astambul)

Pada suatu hari di desa yang biasa-biasa saja, hidup lah seorang laki-laki yang biasa-biasa  saja, walaupun serba biasa-biasa dia mempunyai cita-cita yang luar yaitu melanglang ke berbagai negeri he he he  “ini penulis oon juga ya, bilang aja mo travelling gitu”
Dengan bermodalkan nekat dan baju satu kering di badan “kayak lagunya meggi  Z. ya he he he” dengan niat yang tulus disertai dengan kesabaran dan mudah-mudahan di diridhoi oleh yang maha kuasa dia turun gunung untuk menumpas kesewenang-wenangan di muka bumi yang dilakukan oleh para pendekar yang berwatak jahat  “kayak pendekar jaman dulu aja”
Tempat pendekar menunaikan ibadah (Mesjid Martapura)


Maka sampailah pada waktu yang di rencanakan dengan diiringi derai air mata dia dilepas oleh binatang piaraannya “he he he namanya juga jomblo walaupun pesawatnya nyungsep di selat malaka juga gak ada yang nangis, tragis emang nasib pendekar jomblo” dengan perasaan yang tidak menentu dia meninggalkan martapura negeri yang telah membesarkan dia, dengan diiringi hujan yang sangat lebat akhirnya dia tiba juga di bandara syamsudin noor “busyet ni bandara kayak pasar ikan bejubel orangnya” tapi dia memperhatikan banyak orang yang menangis dan terisak-isak “eit jangan geer dulu, ntu yang nangis para pengantar jamaah umroh, bukan nangisin pendekar jomblo he he he” sebelum masuk untuk boarding pass sang pendekar ikut antrian yang mengular di bandara  “pendekar nya taat aturan juga ya” sampailah giliran sang pendekar boarding pass, sang petugas bandara matanya terbelalak seolah tak percaya melihat penampilan sang pendekar yang mau kesingapura, mau kesingapur ya pak ? (dengan nada yang masih ragu) Ya, jawab sang pendekar  “sang pendekar menggerutu di dalam hati, emang salah kalo orang kampung kesingapur? ” akhirnya sang pendekar berangkat juga naik pesawat dengan hati senang dan riang.
(ok sampai sini aja dulu ya, ntar di sambung lagi)
(jangan lupa coment ya)

Fitnah Coupler


Di hari yang  indah ini saya mulai menulis lagi di blog ini, kenapa saya menulis pada hari ini karena menurut para ulama hari ini yaitu Nisfu Syakban dimana rekapitulasi akhir dari catatan kebaikan dan keburukan kita selama satu tahun dan akan dibawa oleh malaikat ke langit untuk dilaporkan kepada tuhan dan serta dijadikan data base di langit sana dan semoga tulisan saya ini dapat menjadi referensi bagi penduduk langit dan bumi “ngarep.com”
Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang fitnah yang ada d muka bumi ini yaitu “Fitnah Couple”  mungkin jenis fitnah ini belum pernah di bahas secara mendetail oleh para agamawan maupun cendekiawan dan saya mencoba untuk melakukan pembahasan secara general dan mendetail he he he he “sok paling pintar”
Sebagi penganut ajaran gusdurianisme saya juga seorang pluralis dan pembela hak asasi para minoritas, case ini terjadi karena gencarnya para penganut  faham coupleisme yang menyerang kaum minoritas jomblower secara membabi buta diantaranya :
1.        Membuat opini klo coupler  lebih di cintai tuhan
Tidak kurang grand master yang di produksi oleh “universitas Islam Indonesia” yang mampu “menghalalkan yang haram” melakukan serangan dengan menggunakan dalil hadist  “barang siapa yg tidak mengikuti sunnahku maka bukan dari golonganku  “  mana bisa dalil yg bersifat umum dan sangat elastis ini digunakan untuk menyerang jomblower dan meneguhkan eksistensi para coupleisme, padahal ada hadis yang menyatakan bahwa “ diantara orang yang mendapat naungan dari allah di hari kiamat adalah pemuda yang di rayu perempuan cantik dan dia mengatakan sesungguhnya aku takut kepada allah” jelas termaktub klo orang yang di lindungi allah adalah jomblewer bukan coupler “cam kan itu” hi hi hi
2.     Coupler merasa paling bahagia dan jomblower tidak
Menurut gw faham ini sesat dan menyesatkan, kebahagian para caupler semu,  dan ini dibuktikan dengan terjadinya fenomena putus nyambung, kawin cerai, gagal Move on oleh para coupler, sedangkan para jomblower sejati tidak pernah mengalami ini dan menurut lho siapa yg lebih bahagia?
Goodfather of jemblower tanah borneo pernah berkata ketika seorang coupler mengatakan bahwa jomblower tidak bahagia maka itu hanyalah sebuah modus dari coupler untuk menutupi ketidakbahagiannya sendiri “betul gak?”
3.      Jomblower penghianat kemanusiaan
Terlalu sadis petikan di atas “but that the real” para coupler mendramatisir ini agar community of jomblower berkurang dan mereka diyakini akan membuat poros baru untuk membuat revolusi tata aturan hubungan kemanusian dan sayangnya eksistensi para coupler di dukung oleh negara untuk mengurangi jumlah jomblower
Padahal semua coupler tahu klo yang paling suka berkhianat adalah para coupler sendiri dengan cara selingkuh, WIL, PIL, TTM dll, coba lho tanya hati lho yg paling dalam pernah gak jomblower melakukan ini? Trus siapa yg menjadi penghianat kemanusiaan? Jomblower? “fikirkan baik-baik”
4.      Jomblower tidak pantas memimpin
Case ini sering di politisir dengan mengatakan bahwa seorang jomblower tidak sempurna dan bergeser ke ranah politik klo pemimpin jomblo itu tidak akan sukses padahal Vladimir Putin jomblower yang sukses memimpin rusia dan black campaing ini sering dilakukan oleh pemimpin indonesia  untuk menjatuhkan calon pemimpin yg jomblo he he he “udah lah terlalu masuk jauh ke ranah politik he he he ”
(Artikel ini for fun only harap jangan tersinggung)

(Jangan lupa Coment ya!)